Pemberdayaan Kreativitas Warga Binaan Wanita Melalui Pelatihan Origami di Rutan Kelas I Depok
DOI:
https://doi.org/10.33751/lokabhakti.v2i1.43Kata Kunci:
pemberdayaan, kreativitas, origami, warga binaan wanita, PKMAbstrak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan kreativitas warga binaan wanita melalui pelatihan seni melipat kertas (origami) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Depok. Fokus utama kegiatan adalah memberikan stimulasi kreatif dan keterampilan tangan yang dapat mereduksi tingkat kejenuhan selama masa pembinaan. Metode pelaksanaan menggunakan teknik demonstrasi dan pendampingan intensif oleh tim pengabdian yang dibantu oleh tiga mahasiswa. Tempat Pelatihan dilaksanakan di Rutan Kelas 1 Depok. Peserta pelatihannya merupakan narapidana Perempuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan motorik halus dan rasa percaya diri peserta dalam menghasilkan karya seni yang estetis. Diharapkan dari hasil kegiatan PKM ini dapat bermanfaat setelah warga binaan Wanita keluar dari rutan, dapat dibuat karya seni yang dapat dijual dan meningkatkan perekonomiannya. Kesimpulannya, pelatihan origami efektif sebagai media pemberdayaan yang memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan potensi produktivitas warga binaan wanita.
Unduhan
Referensi
Amin, S. M., Alwi, M. K., Taqiyah, Y., & Sunarti. (2024). Terapi Bermain Origami Menurunkan Tingkat Kecemasan Anak di Ruang Rawat Inap. Window of Nursing Journal, 5(1), 9–16. https://doi.org/10.33096/won.v5i1.614
Choya, A., & Rosalia, T. (2023). Jurnal Abdimas Sangkabira. 4(1), 154–160. https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v4i1.887
Hull, T. (2012). Project Origami (2nd Editio). A K Peters/CRC Press. https://doi.org/https://doi.org/10.1201/b14320
Lang, R. (2003). Origami Design Secrets: Mathematical Methods for an Ancient Art (First Edit). Taylor & Francis Group, LLC.
Lestari, D., & Suryani, E. (2022). Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Warga Binaan Melalui Pelatihan Kerajinan Tangan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 204–215.
Meriana, S. (2025). Origami Therapy : Intervensi Kreatif Dalam Mendukung Kesehatan Mental. Action Research Literate, 9(10), 2219–2226. https://doi.org/10.46799/arl.v9i10.3055
Nisak, K. (2006). USING ORIGAMI AS THE CONTEXT IN LEARNING. 538–546.
Rizky, M., Razak, A., & Supriadin, N. (2023). Analisis Pemberian Pelatihan Kemandirian Terhadap Keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendari. JIEM: Journal of International Entrepreneurship and Management, 2(02), 122–146. https://doi.org/10.62668/jiem.v2i02.1042
Roslianti, E., Firmansyah, A., Nugraha, Y., Asrama, A. N., & Maulidiyah, H. (2022). Peningkatan Motorik Halus melalui Kegiatan Melipat Kertas Origami di PAUD Kober Cempaka. 4(November), 419–424. https://doi.org/10.36565/jak.v4i3.375
Setiyawan, A., & Rahayu, M. N. M. (2022). Stres warga binaan pemasyarakatan di masa pandemi Covid-19: Menguji peranan dukungan sosial dan orientasi budaya. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 11(1), 86–106. https://doi.org/10.30996/persona.v11i1.6362
Tomoko, F. (1990). Unit origami : multidimensional transformations. Japan Publications Trading Co., Ltd
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Loka Bhakti : Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.