Literasi Media di Balik Jeruji: Pelatihan Naskah dan Kamera Dokumenter Berbasis Art in Action Research Bagi Tamping Keamanan Rutan Depok

Penulis

  • R. A. Heryani Wahyuningrum Universitas Trisakti
  • Tri Wahyudi Universitas Esa Unggul
  • Asril Gunawan Universitas Mulawarman
  • Dipo Krishyudi Ono Universitas Pakuan

DOI:

https://doi.org/10.33751/lokabhakti.v2i1.46

Kata Kunci:

pelatihan kamera, pembuatan naskah, tahanan pendamping, art in action research, rutan Depok

Abstrak

Tahanan pendamping (tamping) keamanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menghadapi masalah riil berupa rendahnya literasi visual, kelemahan konseptual dalam membingkai dinamika internal rutan menjadi narasi terstruktur, serta keterbatasan teknis pengoperasian kamera perekam. Sebagai solusi, program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini menawarkan pelatihan intensif pembuatan naskah dan pengoperasian kamera dasar dengan menerapkan pendekatan Art in Action Research (AAR) guna mengintegrasikan kepekaan riset sosial lingkungan rutan dengan ekspresi seni. Hasil konkret pasca-kegiatan terhadap 12 peserta menunjukkan peningkatan kapasitas yang terukur secara bertahap melalui data evaluasi pra-tes dan pasca-tes, yaitu pada kemampuan pemetaan isu sosial (naik 15%), penyusunan naskah dan storyline (naik 18%), penguasaan fitur teknis kamera (naik 22%), serta kualitas pengambilan gambar atau footage lapangan (naik 25%). Selain itu, pelatihan ini berhasil memproduksi dua draf naskah dokumenter siap eksekusi berjudul “Lentera di Balik Jeruji” dan “Sinergi Penjaga Gerbang”. Dampak jangka panjang kegiatan ini berkontribusi nyata pada penguatan dan optimalisasi program pembinaan rehabilitasi kreatif berbasis literasi media bagi warga binaan. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui pelaksanaan program PkM tahap lanjutan yang berfokus pada fase pasca-produksi (editing video) serta pembentukan unit sinema komunitas internal di Rutan Depok agar draf naskah dan footage yang telah berhasil dihasilkan dapat dieksekusi menjadi karya audio-visual yang utuh serta bernilai advokasi bagi komunitas setempat

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
👁 ##plugins.generic.articleStatisticsDisplay.abstractViews##: 67📥 PDF ##plugins.generic.articleStatisticsDisplay.downloads##: 32

Referensi

Agustina, D. ., Akhyar, A. ., & Purba, N. . (2025). Pidana Penjara Dan Pelatihan Kerja Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Persetubuhan (Studi Putusan Nomor 78/Pid.Sus-Anak/2019/PN Lbp. Jurnal Ilmiah METADATA, 4(2), 125-144. https://doi.org/10.47652/metadata.v4i2.197

Anwar, C., & Setiawan, B. (2022). Etika komunikasi visual dan dokumentasi pada institusi pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi. Jurnal Hukum dan Etika Visual, 4(2), 115–128. https://doi.org/10.31227/osf.io/v7x3b

Afriyansyah, A., & Irwanti, M. (2025). Interpersonal communication attribution of prisoner companion (PRICO) hygiene at the State Detention Center Class I Depok. The Eastasouth Journal of Social Science and Humanities, 2(03), 522–529. https://doi.org/10.58812/esssh.v2i03.645

Atherton, S., Knight, V., & van Barthold, B. C. (2022). Penal Arts Interventions and Hope: Outcomes of Arts-Based Projects in Prisons and Community Settings*. The Prison Journal, 102(2), 217-236.

Bradbury, J. D., & Guadagno, R. E. (2020). Documentary narrative visualization: Features and modes of documentary film in narrative visualization. Information Visualization, 19(4), 339-352.

Buckingham, D. (2003). Media education: Literacy, learning, and contemporary culture. Polity Press. Diakses pada 29 Juni 2026, dari https://archive.org/details/mediaeducationli0000buck

Costantino, C. (2019). Beyond punishment: The role of creative arts in jail and prison environments. Journal of Correctional Education, 70(1), 34–48. https://doi.org/10.2307/jcorreceduc.70.1.34

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2020). Pedoman pengangkatan dan pembinaan tahanan pendamping (tamping) pada lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara. Kementerian Hukum dan HAM RI. http://www.ditjenpas.go.id/uploads/files/pedoman_tamping_2020.pdf

Hamzah, N. A., & Asmar, A. R. (2022). Efektifitas Dan Dampak Peranan Tahanan Pendamping dalam Proses Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan. Alauddin Law Development Journal, 4(3), 637–649. https://doi.org/10.24252/aldev.v4i3.19385

Hardiyarso, S. (2020). Etika komunikasi visual: Pencarian kebenaran dalam pemahaman antara yang dilihat dan yang dipikirkan. Jurnal Komunikasi dan Media, 1(1), 67–80. https://doi.org/10.24167/jkm.v1i1.2858.

Jokela, T., & Huhmarniemi, M. (2018). Art-based action research in the development work of arts and art education. In G. Coutts, E. Härkönen, M. Huhmarniemi, & T. Jokela (Eds.), The lure of Lapland: A handbook of Arctic art and design (pp. 9–25). University of Lapland. https://lauda.ulapland.fi/handle/10024/63653

Kurniawan, I., & Priyatmono, B. (2025). Kepemimpinan humanis dalam pembinaan warga binaan. Jurnal Dinamika Sosial dan Sains, 2(4), 687–691. https://doi.org/10.60145/jdss.v2i4.156

McNiff, S. (1998). Art-based research. Jessica Kingsley. Diakses pada 29 Juni 2026, dari https://archive.org/details/artbasedresearch0000mcni

Putra, D., & ilhaq, muhsin. (2021). PEMAHAMAN DASAR FILM DOKUMENTER TELEVISI. Besaung : Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 6(2). https://doi.org/10.36982/jsdb.v6i2.1715

Putra, R. P. (2022). Etika memotret dalam fotografi jurnalistik. Retina Jurnal Fotografi, 2(2), 290–295. https://doi.org/10.59997/rjf.v2i2.2273

Reason, P., & Bradbury, H. (Eds.). (2006). Handbook of action research: The concise paperback edition. SAGE. Diakses pada 29 Juni 2026, dari https://archive.org/details/handbookofaction0000unse

Sabil, M. H., Asyiah, N., Gultom, M. N. S., Siregar, R. R., & Siregar, R. S. (2025). Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Audio-Visual dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Mendengarkan Bahasa Indonesia. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(4), 5717–5721. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i4.10115

Stringer, E. T. (2014). Action research: A handbook for practitioners (4th ed.). SAGE Publications.

Vaughan, K. (2021). Pieced together: Collage as an artist's method for interdisciplinary research. International Journal of Qualitative Methods, 4(1), 27–52. Diakses pada 30 Juni 2026, dari https://doi.org/10.1177/160940690500400103

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-05

Cara Mengutip

Wahyuningrum, R. A. H., Wahyudi, T., Gunawan, A., & Ono, D. K. (2026). Literasi Media di Balik Jeruji: Pelatihan Naskah dan Kamera Dokumenter Berbasis Art in Action Research Bagi Tamping Keamanan Rutan Depok. Loka Bhakti : Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial Dan Ilmu Budaya, 2(1), 46–60. https://doi.org/10.33751/lokabhakti.v2i1.46